TAHAJJUD SARANA PEMBINAAN DAN PEMBEKALAN PRIBADI

بسم الله الرحمن الرحيم

PENGANTAR

Qiyamullail atau tahajjud yang juga disebut tarawih apabila dikerjakan pada bulan Ramadlan, kita yakini mempunyai manfaat besar dalam kehidupan muslim. Namun kita juga tidak memungkiri bahwa ibadah malam ini belum membudaya di tengah-tengah ummat. Karena banyak kesulitan menghadang kita ketika bermaksud menunaikannya.

Kesulitan yang sering menghadang utuk bertahajjud lebih banyak bersumber dari diri sendiri dan ketidaktahuan manfaat yang ada dalam ibadah malam ini. Buku kecil ini disusun, sekedar untuk memberikan gambaran praktis, mengungkap nilai-nilai strategis serta menyingkap rahasia-rahasia tahajjud. Semoga dapat membangkitkan kesadaran kita untuk membudayakannya dalam kehidupan sehari-hari.Tentu saja, hanya dengan mengamalkannya sepenuh hati, kita baru akan dapat menikmati buah ibadah malam yang istimewa ini.

KEUTAMAAN TAHAJJUD

Untuk mengetahui betapa mulianya ibadah tahajjud, cukuplah bagi kita menyimak perintah Allah kepada Nabi Muhammad SAW dalam ayat berikut :

z`ÏBur È@ø‹©9$# ô‰¤fygtFsù ¾ÏmÎ/ \’s#Ïù$tR y7©9 #Ó|¤tã br& y7sWyèö7tƒ y7•/u‘ $YB$s)tB #YŠqßJøt¤C ﴿79﴾

Artinta: Dan pada sebagain malam hari bersembahyang tahajjud kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tampat yang terpuji (Q.S Al-Isro’: 79)

Meskipun berkenaan dengan ayat diatas mayoritas ulama salaf berpendapat bahwa tahajjud merupakan kewajiban tambahan khusus bagi Nabi Muhammad SAW. Namun kita sebagai ummatnya juga tetap dianjurkan untuk meneladani kehidupan beliau.

Kalau tahajjud bagi Nabi Muhammad SAW berfungsi untuk mendapatkan derajat mulia “maqomammahmuda” tempat dinama beliau akan dapat memohonkan syafaat kepada Allah bagi ummatnya pada hari Qiyamat, maka demikian pula bagi kita, posisi dan kedudukan mulai akan dapat kita gapai melalui jalan tahajjud ini.

Untuk mengetahui lebih jauh keutamaan tahajjud, kita mendapatkan bahwa ibadah ini juga merupakan ciri  khas orang-orang yang bertaqwa, seperti firmat allah dalam surah Ad-Dzariat  ayat 17 yaitu:

(#qçR%x. Wx‹Î=s% z`ÏiB È@ø‹©9$# $tB tbqãèyföku‰  ﴿17﴾

Artinya: “Mereka sedikit  sekali tidur diwaktu malam dan diakhir-akhir malam mereka memohon ampunan”. (Q.S Ad-Dzariat:17).

Demikianlah gambaran ketekunan ibadah kaum salaf, mereka menghidupkan malam untuk munajat kepada Allah, mereka panjangkan ibadah itu sehingga saat sahur, untuk beristighfar. Dengan demikian jelas sedikit sekali waktu yang tersisa bagi mereka untuk beristirahat. Hal ini sangat terbalik dengan kondisi ummat saat yang suka tenggelam dalam tidur nyenyak sepanjang malam, kalaupun ada yang terbangun, itupun hanya sebagain kecil waktu malam yang mereka hidupkan. Untuk itu waktu sedikit ketika berjaga itu mestinya benar-benar dapat kita manfaatkan seefesien mungkin untuk bermunajat kepada Allah: “Berbahagialah yang tidur ketika mengantuk dan selalu bertaqwa ketika terjaga (atsar shohabi)”.

Kalau kita selidiki lebih jauh mengapa generasi salaf mampu menghidupkan malam, kita akan dapatkan jawabannya dalam ayat berikut :

4’nû$yftFs? öNßgç/qãZã_ Ç`tã ÆìÅ_$ŸÒyJø9$# tbqããô‰tƒ öNåk®5u‘ $]ùöqyz $YèyJsÛur $£JÏBur öNßg»uZø%y—u‘ tbqà)ÏÿZム﴿16﴾

Artinya: Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezki yang kami berikan. (Q.S As-Sajdah: 16).

Maksudnya mereka tidak tidur di waktu Biasanya orang tidur untuk mengerjakan shalat malam. Takut akan siksaat Allah serta rasa rindu yang menjadi-jadi dengan pahala Allahlah yang telah mensuport mereka untuk bertahajjud semalaman, mereka jadikan tahajjud sebagai kebiasaan, hobby dan kebutuhan sehari-hari. Mereka yang demikian itulah yang termasuk ibadurrohman “Dan orang yang mengisi malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka (Al-Furqon : 64).

Maka sangat wajar bila orang-orang yang sholeh membuat tradiri tahajjud dalam agenda kehidupan mereka, karena mereka telah mengetahui dengan pasti  manfaat-manfaat yang tergantung di dalamnya, seperti sabda Rasulullah: Hendaknya kalian membiasakan qiyamullail, karena itu merupakan tradisi orang-orang sholeh sebelumnya, pendekat kepada Allah (Tuhanmu), pengapus kejelekan-kejelekanmu, pencegah dari dosa-dosa dan pengusir penyakit dari jasad. Rasulullah juga menjelaskan bahwa sholat sunnah yang paling utama setelah sholat fardlu adalah tahajjud (H.R. Muslim).

Akhirnya kita menyimpulkan bahwa tahajjud mempunyai pengaruh besar dalam menumbuhkan kegembiraan jiwa, optimisme, kekuatan batin dan percaya diri. Maka dari itu bila kita ingin  mempunyai jiwa yang tangguh jalan pengemblengannya tak lain  adalah qiyamullail. Sungguh tepat sabda Rasulullah  SAW: Ketahuilah bahwa sesungguhnya kemulyaan seseorang itu qiyamullail, dan harga dirinya adalah ketidak tergantungannya kepada orang lain.

RAHASIA QIYAMULLAIL

Rahasia apa gerangan yang tersimpan dalam qiyamullail, sehingga Allah mempersiapkan dan membina pribadi Nabi Muhammad dengannya. Kita ketahui bahwa setelah turun perintah Allah SWT.

ÉOè% Ÿ@ø‹©9$# žwÎ) Wx‹Î=s%

Artinya: Bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya). (Q.S Al-Muzammi: 2).

Sembahyang malam ini mula-mula wajib, sebelum turun ayat ke 20 dalam surat ini. setelah turunnya ayat ke 20 ini hukumnya menjadi sunat. Rasulullah tergugah bahwa hidup beliau bukan untuk bermalas-malasan, bersantai-santai, tetapi hidup ini untuk bangkit dan berkarya. Maka beliaupun sejak saat itu bangun malam, bertahajjud hingga dipanggil kembali kepada Allah. Dan ketika istrinya Khodijah melihat beliau dalam kepayahan lalu berkata “Beristirahatlah dan tidurlah terlebih dahulu”. Maka beliau bersabda: “Masa untuk tidur telah berlalu wahai khodijah”. Ya, karena didepan tugas dan amanat berat telah menanti, jihad dan perjuangan panjang telah terbentang. Rosulullah bangun, bangkit, bertahajjud, berjuang, bekerja keras selama hidupnya, tidak pernah beristirahat, tidak pernah berhenti, beliau hidup tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi hidup untuk Allah, untuk perjuangan dakwah.

Kontinuitas qiyamullail dapat menjadi standar kwalitas kegigihan seseorang dalam berjuang. Karena mengemban amanat perjuangan sangatlah berat, berbagai macam tantangan yang sering tumbuh dari diri sendiri bermunculan; hasad, iri, dengki, nifaq, pamer, kemalasan, syahwat dan masih banyak lagi yang semua itu dapat ditaklukkan dengan qiyamullail.

Seorang pejuang mana mungkin akan mamapu melawan musuh kalau dia sendiri dikuasai oleh kemalasannya, ditundukkan oleh tidur dan dinginnya malam. Mestinya sebelum dia memerangi lawa, harus terlebih dahulu memerangi dan menguasai dirinya sendiri. Seorang pemimpin islam yang enggan menunaikan qiyamullail sulit untuk berhasil dalam kepemimpinannya.

Lebih jauh dari itu, seorang pejuang membutuhkan bekal, terutama bekal jiwa semangat ketentraman, optimisme, yang semua itu hanya akan dia dapatkan manakala ia dekat dengan Allah, karena itu Allah berfirmat:

¨bÎ) spy¥Ï©$tR È@ø‹©9$# }‘Ïd ‘‰x©r& $\«ôÛur ãPuqø%r&ur ¸x‹Ï% ﴿6﴾

Artinya: Sesungguhnya bangun diwaktu malam itu adalah lebih tepat (untuk khusu’) dan bacaan diwaktu itu lebih berkenan (Q.S Al-Muzammil : 6).

Karena diwaktu malam gangguan banyak berkurang, suasana hening yang akan berpengaruh pada keheningan fikiran dan hati. Malam hari  memang waktu yang istimewa, sebagai ilustrasi berikut disebutkan beberapa kejadian penting yang terjadi pada malam hari :

  1. Turunnya Al-Qur’an

!$¯RÎ) çm»oYø9t“Rr& ’Îû 7’s#ø‹s9 >px.t»t6•B 4 $¯RÎ) $¨Zä. z`ƒÍ‘É‹ZãB ﴿3﴾

ِArtinya: Sesungguhnya kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan Sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. (Q.S Ad-Dukhan: 3).

  1. Peristiwa lailatul qodar, malam yang sangat utama karena lebih baik dari pada seribu malam bulan:

ä’s#ø‹s9 ͑ô‰s)ø9$# ׎öy{ ô`ÏiB É#ø9r& 9öky­ ﴿3﴾

Artinya: Lailatul  qodar itu lebih utama dari seribu bulan (Al-Qodr : 3)

z`»ysö6ߙ ü“Ï%©!$# 3“uŽó r& ¾Ínωö7yèÎ/ Wxø‹s9 šÆÏiB ωÉfó¡yJø9$# ÏQ#tysø9$# ’n<Î) ωÉfó¡yJø9$# $|Áø%F{$# “Ï%©!$# $oYø.t»t/ ¼çms9öqym ¼çmtƒÎŽã\Ï9 ô`ÏB !$oYÏG»tƒ#uä 4 ¼çm¯RÎ) uqèd ßìŠÏJ¡¡9$# 玍ÅÁt7ø9$# ﴿1﴾

Artinya: Maha suci Alla hyang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam (Q.S Al-Isro’: 1) dan masih banyak lagi.

Malam hari adalah waktu istimewa untuk berdo’a karena Allah menyediakan waktu istijabah untuk berdo’a: « Sesungguhnya dalam satu malam itu ada waktu yang tidak seorang muslim memanfaatkannya untuk berdo’a kepada Allah ta’ala tentang kebaikan dari urusan dunia dan akhirat kecuali Allah mengabulkan baginya. Dan hal itu ada pada setiap malam ».

Kalau kita sudah mengetahui rahasia-rahasia yang ada pada qiyamullail, maka tidak pantas bagi kita untuk menelantarkan keheningan malam hanya untuk mendengkur di atas kasur. Berkaitan dengan hal ini, dikisahkan bahwa Nabi Muhammad SAW diberitahu tentang seseorang yang tidur satu malam penuh hingga pagi, maka Nabi bersabda: « Itu adalah orang yang kedua telinganya dikencingi oleh syetan (Muttafaq alaih) ».

Dari kisah pendek ini terasa betapa leluasanya syetan menghinakan dan mempermainkan kita apa bila kita hanya tidur semalaman, sehingga ia dapat seenaknya membuang hajat di telinga kita.

ADAB TAHAJJUD

  1. Bagi yang akan menunaikan sholat malam hendaknya berniat dahulu menjelang tidur:

من أتى فراشه وهو ينوى أن يقوم فيصلي من الليل فغلبته  عينه حتى يصبح كبت له ما نوى وكان نومه صدقة عليه من ربه (النساء وابن ماجه)

Siapa yng mendatangi kasurnya, sedang ia berniat untuk bangun kemudian sholat pada malam itu, kemudian tertidur hingga pagi hari, maka telah tertulis baginya pahala yang ia niati, sedang tidurnya adalah shodaqoh Tuhan kepadanya (HR. Nasai dan Ibnu Majah).

  1. Segera berdzikir kepada Allah apabila bangun di tengah malam, kemudian berwudzu. Diantara dzikir yang dibaca adalah :

الحمد لله الزى أحيانا بعد ما أماتنـا و اليـه النشـور

Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami sesudah mati kami, kepadaNya tempat kembali.

Kemudian melanjutkan dengan membaca sepuluh ayat terakhir dari surah Ali Imron, dari ayat :

ان في خلق ا لسماواث والأرض … ا لخ

  1. Membuka shalat tali dengan dua rakaat ringan (pendek), kemudian shalat lail sepuasnya  :

ازاقامااحدكم من الليل فليفتح صلا ته بركعتين خفيفتنين [رواه مسـلم ]

Apabila salah seorang diantara kamu bangun suatu malam (untuk shalat) maka hendaklah ia membuka shalatnya dengan dua rakaat ringan (HR. Muslim).

  1. Membangunkan anggauta keluarga untuk menunaikan shalat lail bersamanya.
  2. Boleh melaksanakan shalat lail dengan dua rakaatan, kemudian ditutup dengan witir satu rakaat atau tiga rakaat  :

صلاة ا لليل مثنى مثتى

Shalat malam itu dua rakaat – dua rakaat (Muttafaq ‘alaih).

Atau dengan empat rakaaat salam, kemdian ditutup dengan witir tiga rakaat, seperti dalam hadits ‘Aisyah r.a.

وعن عا ءـشة رضي الله عنهما قا لت : ما كان رسول الله يزيد  في  رضان و لا في غيره علي احدى عشرة ركعة يصلى أ ربعا فلا تنسأل عن حسنهن و طولـهن ثم يصلى اربعا فلا تسأل عن حسنهن وطولهن ثم يصلى ثلا ثا  فقلت يا رسول لله أتنام قبل أن تو تر ؟ فقال

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: