IBADAH KEPADA ALLAH

Untuk menyambut seruan Allah SWT. Dalam menunaikan ibadah shalat, marilah kita bersama-sama berusaha meningkatkan kadar iman kita untuk semakin memantapkan taqwa dan bakti kita kepada Allah SWT. Karena pada hakekatnya, disisi-Nya nantinya lah taqwa seseorang yang menjadi ukuran mulianya.

Ketika datang di tengah-tengah orang kafir quraisy, islam begitu mengejutkan, mencengangkan, dan tampak sangat asing bagi kaum kafir. Betapa tidak, orang kafir quraisy ber-Tuhan banyak, penyembah patung yang mereka buat sendiri, dan hanya mengandalkan kekuatan untuk mendapatkan kursi kekuasaan. Mereka merasa dirinya sebagai manusia super, berada diatas luka dan derita manusia lemah dan miskin, dan sering memperlakukan wanita sesuka hatinya. Tiba-tiba mereka di kejutkan oleh datangnya Agama yang mengajarkan bahwa “Tiada Tuhan yang wajib disembah selain Allah yang Maha Esa”. Suatu ajaran yang mengatakan bahwa kekuatan bukanlah cara terpuji untuk memperoleh kekuasaan, tetapi hendaklah kekuasaan didirikan atas musyawarah dan keadilan.

Demikianlah Islam menjelaskan, tiada perbedaan kelas antara manusia yang satu dengan manusia lainnya, kecuali dibedakan oleh iman dan taqwanya, dan islam adalah suatu ajaran yang manempatkan kaum wanita dalam posisi mulia sebagai mahkluk yang di muliakan-Nya.

Ketika pertama kali mengenal Islam, orang kafir quraisya terkejut dan tampak asing. Hal ini sebenarnya telah diungkapkan Nabi saw, bahwa pada setiap kurun waktu akan kita temukan orang yang bersikap seperti itu, bahkan mungkin saat ini pun sikap seperti itu sudah ada.

Sabda Rasullullah saw. :

بدأ الإسلام غريبا وسيعود غريبا فطوبى للغرباء (رواه ابن ماجه)

Artinya: “Pada mulanya islam itu asing dan akan kembali seperti semula yaitu asing, maka gembiralah orang –orang yang dianggap asing”. (Riwayat ibnu majah).

Bila kita perhatikan, sikap orang yang merasa asing dan tidak senang terhadap Islam, antara zaman dulu dan sekarang, hanya sedikit saja perbedaanya. Dahulu pada zaman jahiliyah, kedatangan  ajaran yang dianggap asing dihadapi dengan sikap yang konfrontatif setara terang-rerangan, mereka melakukan agresi terhadap pengikut Nabi  secara keji dan biadab. Akan tetapi, sekarang sikap ketidaksukaan mereka, dengan cara agresif, mereka juga melakukan cara akomodatif, bahkan dengan cara licik dengan propaganda menuduh islam sebagai agama radikal dan sarang teroris. Mereka tunjukkan pula dengan cara “lempar batu sembunyi tangan”. Umat islam atau label keislaman, mereka jadikan alat untuk menghancurikan islam dan para pemeluknya.

Mereka terus berusaha sekuat tenaga agar kita semakin lama semakin jauh dengan ajaran Islam, dengan harapan dapat memasukkan misinya. Usahanya itu antara lain menanamkan rasa rendah diri, rasa kurang bertanggung jawab, merasa malu mengatakan dan memperlihatkan bahwa dirinya muslim. Akhirnya sering terjadi, bila ada pihak lain yang merendahkan kebesaran islam, dengan latah mereka ikut merendahkan keagungan islam.

Kepada kaum muslimin mereka tanamkan paham kebarat-batan. Suatu kecenderungan yang mendewakan barat tanpa reserve. Nanti kaum muslimin tidak bisa lagi membedakan mana wertern dan mana pokoknya, kalau menurut barat itu adalah baik, baik pula menurut mereka. Kalau menurut barat itu adalah jelek, maka mereka pun beranggapan jelek. Maju dan mundurnya suatu peradaban menusia selalu mereka ukur dengan “kaca mata Barat”.

Bila ada pertanyaan, apakah kita tidak boleh mencontoh barat?  jawa banya, bukan boleh atau tidaknya kita memetik sesuatu dari barat, tetapi apakah semua yang dilakukan barat itu sesuai dengan norma islam atau tidak! Bila sesuai…. Silahkan !  dalam Islam tidak ada istilah barat atau timur. Yang menjadi masalah adalah apakah cara itu dibenarkan menurut ajaran islam atau tidak. Ketentuan dan noram suci ajaran islam handaknya tidak di jadikan nomor yang kesekian. Kita harus memprioritaskannya, sesuai dengan ikrar kita kepada Allah, bahwa apapun yang kita lakukan selalu atas dasar firman Allah:

إنّ صلاتى ونسكى ومحياى ومماتى لله ربّ العالمين

Artinya: “Sesungguhnya sholat ku, ibahahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam”. (q.s. Al-An’am; 162).

Mereka berusaha dengan cara memanfaatkan setiap crlah, kesempatan dan kelemahan yang ada dalam tubuh ummat islam, antara lain memanfaatkan konflik kecil yang ada dalam tubuh ummat, mereka hembuskan semangat perbedaan yang bukan prinsip. Mereka sibukkan ummat islam dengan perdebatan disekitar khilafiyah menjadi tema besar. Tujuan mereka adalah menutup kesempatan bagi ummat islam untuk membenahi diri menjadi ummat yang bersatu dan kuat.

Sabda Nabi saw pada ujung kalimat hadits ” Berhagia lah orang yag dianggap asing” yaitu orang yang senantiasa konsisten dan konsekuen dengan ajarannya sepenuh hati. Bahagia orang semacam ini Allah akan melimpahkan rahmat kebahagiaan :

الذين آمنوا وعملوا الصالحات طوبىلهم وحسن مآت

Artinya; “Orang-orang yang beriman dan beramal sholeh, bagi mereka keebahagianlah dan tempat kembali yang baik (Q.S. Ar-Ra’du 29).

Sebaliknya bagi mereka yang sekedar berpura-pura terhadap Islam, tidak simpati dengan kegiatan keislaman, membenci orang yang menyerukan ajaran Islam, mereka itu hanya mencari keuntungan duniawi dengan memanfaatkan lebel Islam. Karena orang yang demikian pada hakikatnya menentang Allah secara lantang. Ia identik dengan musuh Allah, kelak ia akan berhadapan langsung dengan Allah. Percayalah dengan seyakin-yakinnya, cepat atau lambat, siapa pun orangnya, semua yang memusuhi Allah pasti akan hancur.

من كان عدوّا لله وملائكته ورسوله وجبريل وميكال فإن الله عدوّ للكافرين

Artinya; “Barang siapa menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir.(al-Baqoroh 98)

كم أهلكننا من قبلهم من قرن فنادوا ولات حين مناص

Artinya’ “Betapa banyaknya ummat sebelum mereka yang telah kami binasakan, lalu mereka meminta tolong, padahal (waktu itu) bukanlah bukanlah saat untuk lari melepaskan diri”. (Shod : 3)

Pada kesempatan yang mulia ini mari kita mawaas diri, berdo’a semoga kita menjadi manusia yang senantiasa ridlo, magfiroh, dan rahmat Allah swt Amiin!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: